E-learning dan Video Editing

BAB 6


E-learning dan Video Editing


A. E-learning

Aktivitas utama dalam lingkungan pendidikan ketika berada di sekolah adalah belajar. Bagi siswa, belajar berarti membaca, memahami, melihat, menganalisis, bertanya, menjawab, dan menyimpulkan suatu permasalahan. Dampak positif yang dapat di lihat adalah perubahan dari ketidaktahuan seseorang terhadap suatu masalah menjadi lebih paham (pengetahuan). Sehingga banyak pengertian yang disampaikan oleh para pakar pendidikan bahwa belajar adalah proses perubahan positif baik sikap, perilaku, pengetahuan dan keterampilan seseorang berdasarkan pengalaman. Contohnya, siswa mengalami kejadian komputer hang dan bunyi beep panjang. Ketika dibongkar dan diperiksa, memori utama nya mengalami kerusakan. Setelah diganti, komputer kembali bekerja normal. Pada saat siswa menemukan permasalahan yang sama, dugaannya bahwa ada masalah di hardware komputer,  cepat melakukan analisis dan perbaikan. Itulah yang dinamakan belajar.
   Siswa yang telah memahami kemungkinan kerusakan hardware komputer mampu memperkirakan kerusakan, hingga dapat mendeteksi serta memperbaikinya. Kondisi tersebut disebut sebagai pembelajaran. Oleh karena itu, dapat ditarik garis besar bahwa pembelajaran seolah-olah sebagai keadaan yang terjadi akibat dari kegiatan belajar yang dilakukan. Dari terminologi pembelajaran tersebut, muncul beberapa istilah yang mendekati konsep tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Pendekatan Pembelajaran

   Pendekatan pembelajaran mengacu pada sudut pandang suatu masalah yang terjadi ketika proses pembelajaran dilakukan dalam kelas. Pendekatan ini masih bersifat perkiraan yang berguna untuk menampung dan menguatkan alasan dalam menerapkan metode pembelajaran tertentu berdasarkan pengalaman atau teori tertentu.

2. Strategi Pembelajaran 

   Strategi pembelajaran dilakukan setelah memperkirakan pendekatan pembelajaran yang akan digunakan, yaitu suatu perencanaan sebagai strategi tindakan dalam proses pembelajaran untuk memperoleh hasil yang baik.

3. Metode Pembelajaran 

   Metode pembelajaran dari strategi yang direncanakan, perlu diputuskan metode yang akan digunakan dalam pembelajaran di kelas secara nyata.

4. Teknik Pembelajaran

   Teknik pembelajaran merupakan detail proses pembelajaran yang diterapkan dengan mengacu pada metode yang telah direncanakan.

5. Taktik Pembelajaran

   Taktik pembelajaran adalah gaya seorang pengajar dalam menyampaikan materi sesuai dengan metode dan teknik yang direncanakan.

6. Model Pembelajaran

   Metode pembelajaran sebenarnya wujud atau prototipe yang menggunakan proses awal kegiatan pembelajaran hingga tahap akhir. Adapun model pembelajaran adalah kerangka dari pendekatan pembelajaran metode pembelajaran serta teknik yang digunakan.

   Metode pembelajaran yang dikenal selama ini adalah metode ceramah yang guru bersangkutan menyampaikan materi dengan berbicara di depan kelas. Terkadang diselingi dengan metode diskusi, tanya-jawab, hingga demonstrasi tentang suatu materi, misalnya membuat animasi dengan blender. Metode-metode yang disampaikan tersebut dapat dikategorikan metode pembelajaran konvensional, yaitu siswa dan guru berada di ruang dan waktu yang sama, saling bertatap muka.
   Kelebihan metode konvensional adalah guru dan siswa dapat berdiskusi secara langsung, saling mengenal, memahami tentang rasa sosial, respon yang langsung dapat terukur, penguasaan kelas, dan penilaian dapat dilakukan dari berbagai aspek, seperti penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Di sisi lain, metode tersebut juga memiliki beberapa kekurangan antara lain; siswa menjadi cepat bosan dan jenuh. Karakter guru menjadi faktor utama keberhasilan proses pembelajaran. Contohnya, kurang menginspirasi siswa untuk dapat belajar mandiri dan tidak memungkinkan penerapan pembelajaran jarak jauh, misalnya siswa sedang magang di luar kota atau guru sedang melakukan dinas pekerjaan di tempat lain.
   Tuntutan kebutuhan pembelajaran yang harus dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja, menyebabkan pembelajaran konvensional tidak dapat diterapkan dengan baik. Teknologi e-learning dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Istilah e-learning berasal dari perpaduan kata electronic dan learning . Electronic dapat diartikan semua hal yang berkaitan dengan teknologi informasi dan disajikan secara hardware maupun software . Sementara learning merupakan proses pembelajaran. Dengan kata lain, e-learning merupakan metode pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi baik menggunakan hardware maupun software .
   Ada dua persepsi dasar e-learning yang berkembang sekarang ini yaitu sebagai berikut.

1. Electronic Based E-learning

   Electronic based e-learning merupakan semua pembelajaran yang menggunakan media teknologi informasi baik secara online maupun offline . Contohnya, penggunaan perangkat digital, seperti video file, presentasi dengan LCD proyektor, animasi, dan CD pembelajaran berbasis multimedia.

2. Internet Based 

   Internet based merupakan proses pembelajaran yang secara khusus dilakukan dengan memanfaatkan teknologi jaringan internet sebagai media utama yang harus disediakan. Dengan demikian, setiap peserta didik dapat belajar dimana saja dan kapan saja tanpa terkendala ruang dan waktu selama terkoneksi dengan internet.

   Konsep e-learning diperkenalkan pertama kali oleh Universitas Illinois di Urbana-Champaign dengan sistem PLATO atau sistem pembelajaran yang menerapkan pemberian instruksi menggunakan media perangkat komputer. Berikut adalah perkembangan teknologi e-learning.
  1. Tahun 1990 populer dengan konsep CBT atau Computer Based Training. Saat itu bermunculan aplikasi pembelajaran yang dikemas dalam CD-ROM dengan konsep file di dalam format mov, avi, dan fla. Tujuan utama CBT adalah menyajikan materi yang dilengkapi dengan animasi, video, dan audio untuk menarik perhatian serta konsentrasi siswa dalam belajar. Manfaat lain yaitu memberikan visualisasi yang mendekati secara nyata.
  2. Tahun 1994, paket CBT mulai berkembang dan hampir setiap orang mampu membuatnya.
  3. Tahun 1997, sistem offline yang ditawarkan tidak mampu menjawab tuntutan kebutuhan pembelajaran jarak jauh yang mengutamakan kemandirian peserta didik dalam belajar. Lahirlah ide pengembangan teknologi Learning Management System atau yang dikenal dengan LMS yang distandarisasi kan oleh AICC atau Airline Industry CBT Committee, ARIADNE, SCORM, dan IEEE. Teknologi ini memudahkan masyarakat untuk mengakses melalui internet.
  4. perbaikan sistem LMS mulai dipadukan dengan teknologi aplikasi berbasis web baik disisi peserta didik, guru, maupun administrator web. Sistem ini mampu mendukung aktivitas guru dalam membuat kelas maya, kategori mata pelajaran, berdiskusi, mengunggah soal, dan siswa dapat berinteraksi dengan aktif. Hal tersebut didukung oleh fitur dan konten layanan yang ditampilkan telah sepenuhnya menggunakan file berbasis multimedia seperti audio, video, diskusi interaktif, gambar, teks, dan emoticon.
   Untuk menyelenggarakan e-learning dalam pembelajaran, diperlukan beberapa persiapan sebagai berikut.
  1. Peranti keras atau hardware seperti seperangkat komputer, gawai, laptop, tablet, dan ponsel pintar.
  2. Peranti lunak atau software, misalnya aplikasi web browser (Google Chrome Mozilla, dan Opera) untuk membuka web learning, paket aplikasi Moodle, Blackboard Learn, dan ATutor.
  3. Media jaringan baik internet maupun intranet.
  4. Materi yang disajikan biasanya dilengkapi dengan berbagai jenis file pendukung, seperti file audio, video, PDF, dan gambar.
  5. Strategi pembelajaran bersifat supplement, complement/replacement.


MATERI EDITING

A.  Pengertian Editing

    Pertunjukan film di bioskop ataupun televisi di rumah-rumah apabila belum melalui   proses editing bisa dipastikan hasilnya tidak maksimal, penonton cenderung merasa bosan dan jenuh. Jika sebuah tayangan berdurasi 60 menit itu artinya selama waktu itu pencipta film harus menjamin tidak membuat penonton bosan apalagi meninggalkan bioskop, atau kalau di televisi memindahkan saluran. Selain itu, J.M. Peters menyatakan bahwa yang dimaksud dengan editing film adalah mengkombinasikan atau memisah-misahkan rangkaian film sehingga tercapai sintesis atau analisis dari bahan yang diambil.

B.  Metode Editing Film

Secara umum, proses editing film dibedakan menjadi dua metode, yakni Continuity
Cutting dan Dynamic Cutting.

a. Continuity Cutting
       Metode ini merupakan metode editing film yang berisi penyambungan dari dua buah adegan yang mempunyai kesinambungan.
b. Dynamic Cutting
    Metode editing film yang berisi penyambungan dari dua buah adegan yang tidak mempunyai kesinambungan.

C. Teknik Editing Film

Teknik editing film dikategorikan menjadi empat jenis, yakni pararel editing, cross
cutting, contras editing, dan montase trope.
    
a. Pararel Editing
    Yakni kalau ada dua adegan yang mempunyai persamaan waktu, harus dirangkaikan silih berganti.
b. Cross Cutting
    Yakni beberapa adegan yang disilang atau penyilangan dua adegan dalam waktu tidak bersamaan.  
c. Contras Editing
    Yakni susunan gambar yang memperlihatkan kontradiksi dua adegan atau lebih.  
d. Montase Trope
    Yakni sistem editing yang mempergunakan simbol atau lambang-lambang yang menimbulkan pemikiran pada penonton.

D. Editing Video  

Pada dasarnya, editing film dengan video tidak ada bedanya. Hal yang membedakannya,yakni pada aspek teknologinya. Karena dalam perkembangannya muncul teknologidigital, untuk lebih jelasnya dibedakan antara analog dan digital. Jika kita cermati, sebetulnya editing film yang kita saksikan pada umumnya menggunakan nonlinear editing karena di dalamnya memungkinkan terjadinya penambahan atau pengurangan di sembarang tempat terhadap shot dan scene-scene yang ada.

Untuk melakukan editing, hal-hal yang perlu dipikirkan dan dilakukan secara bertahap, yakni:
  1. Memilih gambar dan suara dari sumber materi dan tentukan bagian-bagian mana, yang ditransfer ke master tape,
  2. Kemudian temukan bagian-bagian itu harus ditempatkan pada master tape,
  3. Untuk mendapatkan sequence yang tepat sesuai dengan naskah, bagian-bagian tadi harus ditempatkan pada ruang kolom yang sesuai,
  4. Sesudah itu informasi tadi dialih/dub dari sumbernya ke master tape

E.  Kewajiban Editor Film

a. Tahap persiapan
       Pada tahap persiapan seorang editor film dapat bekerjasama dengan kamerawan
    dalam melakukan analisis skenario mengenai konstruksi dramatiknya, dan bekerja
    sama dengan sutradara untuk mendapatkan penyesuaian penafsiran mengenai editingnya.
b. Tahap pengerjaan
       Melakukan pemisahan shot yang terpakai (OK) dengan yang tidak (NG) dengan
    catatan shooting report atau penjelasan langsung sutradara.
       Melakukan editing pendahuluan untuk mendapatkan penyesuaian atas konsep
    dasar editing yang diinginkan bersama dan memberikan gagasan-gagasan
    perekaman dalam hubungannya dengan editing.
c. Menyiapkan bahan gambar dan menyusun daftar gambar yang memerlukan suara kesan (efek suara).
d. Mendampingi juru suara dalam melakukan rekaman kembali untukn memenuhi kebutuhan serta memberikan gagasan-gagasan.
e. Mendapatkan persetujuan sutradara atas hasil akhir editing.
f. Bertanggung jawab sepenuhnya atas keselamatan semua materi gambar dan suara diserahkan kepadanya untuk editing.

Komentar